Antara Manusia dan Pendidikan

0
207

Antara Manusia dan Pendidikan

Manusia merupakan makhluk yang diciptakan dengan tujuan mulia. Manusia juga memiliki aspek-aspek nafsiologis-filosofis yang sulit diramal dan terkadang sulit untuk dipahami. ( sama seperti aku yang sulit memahami kamu ,, eeeaaa ).

Manusia bukanlah makhluk bertipe penurut. Tidak jarang ia congkak dengan kemampuan “manusiawi” nya, dan sering pula ia menjadi lemah tak berdaya.

Dari situlah terbentuk dinamika kepribadian manusia, beserta emosi-emosi yang mengikutinya. Kecenderungan manusia adalah tidak pernah stabil. Nafsiologi adalah jawaban untuk membicarakan nafs dengan segalakemampuannya, baik potensi maupun aktualita.
Hidup ini ibarat sebuah perjalanan panjang yang tak tahu di mana ujungnya. Kita tahu kapan kita dilahirkan, namun kita tidak pernah tahu kapan kita akan meninggal dunia. Kita pasti tidak pernah ingin tahu kapan hari – hari kita akan berakhir. Kita harus bersyurkur karena Tuhan tidak memberi tahu kapan akhir hidup kita di dunia ini.
“Hidup baru” di sini adalah hidup dengan semangat beru, paradigma baru, dan keyakinan baru bahwa kita bisa meraih apa pun tujuan kita selam kita mau terus – menerus memperbaiki mental dan ikhtiar kita.

“Hidup baru” memberikan sesuatu yang lebih baik daripada hari ini atau hari – hari sebelumnya.

Kita masih diberi kesempatan untuk membuat sesuatu yang bermanfaat bagi diri kita, lingkungan, dan orang – orang yang kira cintai. Banyak hal yang telah kita lewati.

Banyak hal yang kita cintai. Banyak hal yang telah kita lewati. Banyak hal yang ingin kita raih. Banyak pula keinginan yang belum terwujud. Sekarang, yang penting bagi kita adalah bagaimana mengisi hidup kita, anugrah terindah dari Tuhan.

Namun tidak semua orang menyadari dan memanfaatkan keberuntungan tersebut. dalam hidup ini kita diberi pilihan apakah kita akan mengisinya dengan menjadi manusia yang mengotori diri sendiri atau membersihkan dirinya sendiri.

Suatu perkembangan seseorang akan dipengaruhi oleh pengalaman dan perjalanan hidup manusia tersebut. Di dalam nya pasti ada pengalaman hidup yang baik dan buruk bahkan menyakitkan. ( sama sakitnya seperti aku mengenal kamu 😀 )

Kita sebagai manusia sejatinya akan dituntut bagaimana cara berfikir, cara bersikap, cara memahami suatu konteks dimana kita akan menjadi seseorang manusia yang beruntung atau bahkan yang akan mencelakakan diri kita sendiri.

Bagaimana cara kita tahu bahwa apa yang kita lakukan itu salah atau benar ?

Yuppsss betul dengan ” Pendidikan ”

Manusia sebagai animal educandum, secara bahasa berarti bahwa manusia merupakan hewan yang dapat dididik dan harus mendapatkan pendidikan. Dari pengertian tersebut secara tidak langsung menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara manusia dengan hewan, ialah bahwa manusia dapat dididik dan mendapatkan pendidikan.

Manusia merupakan makhluk yang harus dididik dan mendidik. Pendidikan akan dapat membantu manusia untuk merealisasikan dirinya, memanusiakan manusia. Pendidikan akan berusaha membantu manusia untuk menyingkapkan dan menemui rahasia alam, mengembangkan  fitrah manusia yang merupakan potensi untuk berkembang, mengarahkan kecenderungan dan membimbingnya demi kebaikan dirinya dan masyarakat. Pada akhirnya dengan pertolongan dan bimbingan tadi, manusia akan menjadi manusia yang sebenarnya, manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Dengan demikian “Long live education” yang artinya  “Pendidikan Seumur Hidup”

Seperti aku yang ingin seumur hidup sama kamu……. eeaaaa

Terimakasih saya ucapkan telah membaca blog saya..

hatur nuhun sadayana …..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here