Budaya Literasi Daerahku

0
170

SDM yg unggul merupakan harapan yang masih di perjuangkan bersama. Hal ini bisa terwujud jika pemimpin kita tidak diam dan terus berbenah buat generasi anak kotanya dapat berdaya saing.

Apakah Nias Utara sudah berbenah?

Sulit kita bayangkan jika seandainya kata sulit terus termakan otak kita tanpa perubahan yg sangat cepat. Nampaknya segala urusan hanya menerapkan metode proses kerja yg katanya efektif tapi hasilnya NIHIL tanpa tersentuh majunya harapan SDM kita. Secara pribadi lebih tersugesti terhadap pemimpin daerah yg suka kerja keras memikirkan harapan generasi milenial. Tanpa berpikir panjang menghasilkan kebijakan yg terukur dan produktif.

Selama ini seakan buta dengan visi dan misi besar presiden kita, SDM unggul Negara Maju. Budaya literasi masih sangat minim kita lihat di berbagai pedesaan. Apa yang salah, apakah pemimpin daerah kita kekurang konsep yg baik atau hanya datang kekantor seruput kopi lalu pulang tanpa menciptakan perubahan yg terpuji. Sungguh di sayangkan selama menjabat lebih besar jam tidurnya dibanding jam kerjanya. Ditambah lagi benalu kemalasan dan pencitraan yg berlebihan demi mandapatkan sehelai kata Merakyat.

Kota lain sudah mendirikan taman baca, perpustakaan pada sebagian Desa, bahkan seluruh Sekolah di lengkapi dengan buku-buku yg kualitasnya bagus, perpustakaan keliling yg tak henti melayani sambil menyediakan Akses internet bagi siswa yg membutuhkan. Sangat ironis, kita kehilangan arah. Pemimpin yg seharusnya mengerti kekurangan yg ada Namun mengadopsi hal seperti diatas selalu menjawab dengan sejuta alasan.

Nias Utara membutuhkan pemimpin yg pro dengan generasi milenial. Tanpa mengesampingkan kepentingan yg lain seluruh rakyat. Nias Utara membutuhkan sosok pemimpin yg mampu menghidupkan budaya literasi yg berkelanjutan tentu konsep yg tidak lepas dari masalah yg ada. Perubahan seperti ini harus dihadirkan agar tidak di gilas oleh jaman yg serba teknologi. Minimnya kualitas berpikir karna literasinya kurang. Peran Dinas pendidikan serta dinas terkait sangat diharapkan untuk menjawab tantangan ini.

Jika daerah lain melebihi dari kemampuan dari kita, pemimpin perlu intropeksi diri. Lebih terhormat seorang pemimpin undur diri karna tidak bisa berbuat itu Jujur, dibanding memperthankan kekuasaan namun pada akhirnya bobroknya ketahuan. Lebih dari situ saat ini kemajuan begitu banyak, perubahan yg menuntut kita bekerja lebih cepat lagi, sehingga di butuhkan penanganan yg tidak di bungkus sejuta teori yg berkepanjangan, tapi satu kalimat, seribu tindakan. Sehingga budaya literasi dapat di perbaiki kembali, pada akhirnya memberikan efek penting dan pengaruh besar buat kemajuan Nias utara lebih Hebat lagi untuk Indonesia Maju.

Alumnus Prodi Administrasi Publik Universitas HKBP Nommensen

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here