PENGERTIAN DAN PERAN BELA NEGARA BAGI WARGA NEGARA

0
91

Tujuan pemberian pengetahuan mengenai pertahanan nasional melalui pendidikan bela negara merupakan salah satu upaya untuk menanamkan rasa cinta tanah air kepada seluruh masyarakat Indonesia. Dengan adaya upaya ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami tentang bagaimana mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia, baik dalam segi fisik maupun non fisik. Harus diketahui bahwa ancaman pertahanan negara bukan hanya berasal dari gencatan senjata atau peperangan lainnya, melainkan ancaman tersebut juga dapat datang melalui serangan non fisik yang dapat melemahkan rasa persatuan, kesatuan, dan rasa cinta terhadap tanah air.

Selain itu, pemberian pendidikan bela negara juga sebagai bentuk pelaksanaan tujuan nasional NKRI yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 Alinea 4 yaitu sebagai berikut :

  1. Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia
  2. Memajukan kesejahteraan umum
  3. Mencerdaskan kehidupan bangsa
  4. Ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial

Dengan adanya tujuan nasional NKRI seperti yang tersebut diatas, Indonesia dalam konstitusinya memiliki aturan kewajiban berupa  pasal yang ditujukan kepada warga negara Indonesia untuk melaksanakan upaya bela negara. Tersebut dalam UUD 1945 pasal 27 ayat (3) yang menyatakan bahwa “Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pemmbelaan negara”. Selain itu juga terdapat dalam pasal 30 ayat (1) yang berbunyi “Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara”. Oleh sebab itulah sudah seharusnya sebagai warga negara Indonesia harus memiliki bekal pengetahuan mengenai negaranya, salah satunya melalui pendidikan bela negara.

Pengertian bela negara dalam UU RI No 3 Tahun 2002 merupakan tekad, sikap, dan tindakan warga negara yang teratur, terpadu, dan berlanjut yang dilandasi oleh kecintaan pada tanah air, kesadaran berbangsa & bernegara Indonesia serta keyakinan akan Pancasila sebagai ideologi negara dan kerelaan berkorban guna meniadakan setiap ancaman baik dari luar negeri maupun dari dalam negeri yang membahayakan kemerdekaan dan kedaulatan negara, kesatuan, dan persatuan bangsa, keutuhan wilayah dan yurisdiksi nasional, serta nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945”.

Beberapa dasar hukum dan peraturan lainnya tentang kewajiban warga negara melakukan bela negara :

  1. UU No.20 Tahun 1982 tentang ketentuan pokok Hankam Negara RI. Diubah oleh UU No.1 Tahun 1988.
  2. Tap MPR No.VI Tahun 2000 tentang pemisahan TNI dengan POLRI.
  3. UU No.3 tahun 2002 tentang pertahanan negara
  4. Tap MPR No.VI Tahun 1973 tentang konsep wawasan nusantara dan keamanan nasional.
  5. UU No.29 tahun 1954 tentang pokok-pokok perlawanan rakyat.
  6. Tap MPR No.VII Tahun 2000 tentang peranan TNI dan POLRI.

Pertahanan negara bagi warga negara dapat dilakukan secara fisik dan non fisik yang akan dijelaskan sebagai berikut :

  • Secara Fisik

Bela negara dapat dilakukan secara fisik yaitu dengan cara melibatkan warga negara yang sudah terlatih sesuai dengan aturan dalam UU RI No. 3 Tahun 2002 tentang pertahanan negara dan juga doktrin sistem pertahanan negara yang menjelaskan bahwa sistem pertahanan harus didukung oleh kekuatan rakyat yang terlatih (Ratih). Pada dasarnya seluruh rakyat harus memperoleh latihan kemiliteran yang ditujukan kepada perwujudan tannas, ideologi. Dan fisik rakyat yang terlatih dimasukkan ke dalam sektor pertahanan militer yang terdiri dari Wanra dan Kamra, juga dalam sektor pertahanan sipil yang terdiri dari unsur-unsur pertahanan sipil. Rakyat yang terlatih memiliki empat fungsi yaitu ketertiban umum, perlindungan masyarakat, keamanan rakyat, dan perlawanan rakyat.

  • Secara Non-Fisik

Bela negara dapat dilakukan secara non-fisik yaitu dengan cara memahami, menghayati, dan mengimplementasikan nilai-nilai bela negara dengan menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bernegara, cinta terhadap tanah air, meyakini bahwa pancasila merupakan ideologi negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara, dan juga memiliki kemampuan awal bela negara.

5 Unsur Substansi Bela Negara

  1. Cinta Terhadap Tanah Air

Menunjukkan rasa cinta terhadap bangsa dan negara dengan rela berkorban untuk bangsa dan negara serta menunjukan rasa bangga, rasa memiliki, rasa menghormati, dan loyalitas pada negara. Sikap  dan perilaku yang dapat dilakukan sebagai implementasi rasa cinta terhadap tanah air dapat berupa :

  1. Bangga sebagai orang Indonesia
  2. Memakai produk dalam negeri
  3. Taati semua peraturan perundang-undangan
  4. Taat bayar pajak
  5. Ikuti upacara bendera
  6. Jaga kelestarian lingkungan
  7. Saling menghormati sesama warga negara
  1. Sadar Berbangsa dan Bernegara

Sikap dan perilaku individu yang hidup dan terikat dalam kaidah dan naungan NKRI yang tumbuh dari kemauan diri dengan dilandasi keikhlasan serta kerelaan bertindak demi kebaikan bangsa dan negara. Dalam pelaksanaan kesadaran berbangsa dan bernegara, pasti memiliki faktor penghambat seperti :

  1. Malu berbangsa dan bernegara Indonesia
  2. Ketidaktahuan akan nilai-nilai positif dan kekayaan Indonesia
  3. Menurunnya tingkat keamanan
  4. Ketidak percayaan terhadap pemerintah
  5. Pemimpin yang tidak sederhana
  6. Ketidak tegasan hukum
  7. Rasa ingin paling unggul dari golongan lain
  8. Merosotnya nilai toleransi

Untuk mengatasi hampatan-hambatan tersebut, perlu adanya faktor pendukung yang harus diperkuat yaitu seperti :

  1. Meningkatkan keamanahan dan keteladanan pemimpin
  2. Pemerataan kesejahteraan
  3. Keadilan dalam memberikan hak dan kewajiban warga negara
  4. Tegasnya peraturan perundang-undangan
  5. Tingkatkan rasa memiliki, bangga, menyadari berbangsa dan bernegara yang satu
  6. Mengetahui hal-hal yang positif tentang Indonesia
  1. Yakin Pancasila Sebagai Ideologi Negara

Di era globalisasi dengan kemajuan IPTEK yang mampu merubah tata kehidupan dan dapat berpengaruh pada demokrasi bangsa. Maka dari itulah pemahaman dan keyakinan terhadap pancasila sebagai ideologi harus ditanamkan dalam sanubari warga negara.

  1. Rela Berkorban Untuk Bangsa dan Negara

Pencerminan terhadap unsur ini dapat dilihat dengan menunjukkan jiwa nasionalisme dan patriotisme sebagai warga negara seperti :

  1. Sikap berani
  2. Pantang menyerah
  3. Rela berkorban untuk bangsa dan negara
  4. Paham untuk mencintai bangsa dan negara

Pengorbanan demi tetap tegaknya NKRI, kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan keselamatan seluruh rakyat dari segala bentuk ancaman, baik ancaman fisik maupun non-fisik. Maka harus dilakukan pengabdian tanpa pamrih, rela mengorbankan waktu, tenaga pikiran, harta benda untuk kepentingan umum dengan penuh kesadaran, ikhlas dan tanggung jawab untuk mempertahankan kelangsungan kejayaan bangsa dan NKRI.

  1. Memiliki Kemampuan Awal Bela Negara

Kemampuan bela negara dibagi menjadi 2 yaitu secara fisik dan psikis. Kemampuan fisik seperti memiliki kesehatan yang prima, ketrampilan jasmani, asupan makanan yang bergizi dan sebagainya. Selain kemampuan fisik, perlu juga adanya peningkatan kemampuan bela negara secara psikis yang terdiri dari IQ yang diikuti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, EQ yang diikuti dengan melatih pengendalian diri dan sopan santun, selain itu ada juga SQ yang diikuti dengan kemampuan spiritual seperti rajin ibadah, dan sebagainya.

Wujud Bela Negara Bagi Mahasiswa

Mahasiswa merupakan golongan yang mampu memperbesar kekuatan aktif ABRI, karena mahasiswa memiliki peran sebagai komponen cadangan nasional bersama dengan unsur-unsur perlawanan rakyat (Wanra), dan unsur-unsur keamanan rakyat (Kamra) untuk membantu kamtibmas. Mahasiswa adalah sosok intelektual yang menduduki posisi dan peran khusus dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

Pengetahuan dan nilai-nilai dasar yang dimiliki mahasiswa itu hendaknya menyata dalam setiap teladan hidup dan perjuangan. Seorang mahasiswa harus memiliki pengetahuan yang luas untuk bisa mengkritisi berbagai ketimpangan yang terjadi dalam masyarakat. Karena itu, minat baca yang tinggi dan kebiasaan untuk melakukan refleksi kritis terhadap berbagai fenomena yang muncul amatlah dianjurkan dan mesti menjadi menu harian para mahasiswa.

Akan menjadi sebuah ironi besar apabila mahasiswa asing dari buku-buku yang memuat segudang ilmu pengetahuan dan asing dari realitas masyarakat sekelilingnya. Mahasiswa harus memiliki semangat untuk mencari dan memiliki ilmu pengetahuan. Namun, akumulasi pengetahuan yang diperoleh dalam bangku kuliah itu pada mestinya selalu diaplikasikan dalam setiap konteks persoalan masyarakat.

Kiprah seorang mahasiswa tidak hanya terbatas dalam tembok-tembok kampus atau dalam bangku kuliah tetapi senantiasa digemakan keluar terutama dalam menjawabi setiap persoalan yang terjadi dalam masyarakat. mahasiswa mestinya mampu menangkap pelbagai fenomena timpang yang terjadi di sekitarnya, untuk kemudian dikritisi dan dicari alternatif solusi atasnya.

REFERENSI     : 

Kesimpulan Bela Negara : Pengertian, Konsep, Unsur, Bentuk (pendidikan.co.id)

Kegiatan Belajar 3 : Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) (ut.ac.id)

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2002 – Wikisource bahasa Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here