PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP PSIKOLOGI PENDIDIKAN ISLAM

0
132

MAKALAH

 PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP PSIKOLOGI PENDIDIKAN ISLAM

Kelompok 1

Disusun Oleh :

                     Siti Jumiati                :   20191100024

                     Norhidayah               :   20191100018

 

Dosen Pengampu :

Muhammad Taslimurahman,Lc.,M.Pd

Mata Kuliah :

Metodologi Pendidikan Islam

Jurusan : Pendidikan Agama Islam (PAI)

Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Assunniyyah (STITA)

Tambarangan

 2020

KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Allah Swt. atas karunia yang diberikan, sehingga kami dapat menyelesaikan Tugas Makalah yang berjudul : “makalah pengertian dan ruang lingkup psikologi pendidikan islam untuk memenuhi tugas dari mata kuliah Psikologi Pendidikan Islam.

Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Dosen Pengampu mata kuliah, “Bapak Muhammad Taslimurahman,Lc.,M.Pd” serta teman-teman yang telah mendukung dalam penulisan makalah ini. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.

Semoga makalah ini dapat memberikan informasi bagi pembaca, mahasiswa dan bermanfaat bagi kita semua. Amin ya robbal alamin…..

Tambarangan, 19 September 2020

Penyusun

DAFTAR ISI

COVER

KATA PENGANTAR …………………………………………………………………………….. i

DAFTAR ISI …………………………………………………………………………………………. ii

BAB I    PENDAHULUAN ……………………………………………………………………. 1

  1. Latar Belakang ………………………………………………………………………. 1
  2. Rumusan Masalah ………………………………………………………………….. 1

BAB II   PEMBAHASAN ………………………………………………………………………. 2

  1. Pengertian Psikologi……………………………………………………………….. 2
  2. Pengertian Pendidikan Islam…………………………………………………… 2
  3. Objek Pendidikan Islam……………………………………………………… …. 3
  4. Ruang Lingkup Pendidikan Islam……………………………………………. 4
  5. Urgensi Pendidikan Islam……………………………………………………….. 6
  6. Fungsi Ilmu Pendidikan Islam…………………………………………………. 7

BAB III PENUTUP ……………………………………………………………………………….. 9

  1. Kesimpulan …………………………………………………………………………… 9
  2. Saran …………………………………………………………………………………….. 9

DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………………………… 10

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Manusia adalah mahluk sosial, yang kesehariannya selalu berintraksi dengan mahluk lainnya. Baik itu sesama manusia atau lingkungan sekitar nya. Dari sifat sosialnya inilah yang membawa pengaruh terhadap berbagai aspek dari kehidupannya, disadari ataupun tidak disadari, sebagai contoh: orang tua kita dalam mendidik kita kadang terpengaruh oleh orang tuanya ketika mendidiknya, atau seorang guru yang menganut faham gurunya dalam mendidik muridnya.

Dari pengaruh itulah, kadang tanpa disadari kita telah mempelajari psikologi. Yang mana psikologi adalah disiplin ilmu yang didalamnya mempelajari sesuatu yang berhubungan dengan perilaku. Maka sudah sewajarnya kalau Rita L. Atkinson mengatakan kalau “Tidak ada orang pada kini yang mengaku tidak mengenal psikologi”. Maka dari itu penulis mencoba untuk menulis makalah ini yang didalamnya menjelaskan sesuatu yang berhubungan dengan psikologi. Dengan mengangkat judul “objek,ruang lingkup dan manfaat psikologi”

  1. Rumusan Masalah
    1. Bagaimana Pengertian Psikologi?
    2. Bagaimana Pengertian Pendidikan Islam ?
    3. Bagaimana Ruang Lingkup Pendidikan Islam?

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Pengertian Psikologi

Secara umum psikologi adalah suatu bidang ilmu pengetahuan dan ilmu terapan yang mempelajari mengenai perilaku, fungsi mental, dan proses mental manusia melalui prosedur ilmiah.

Pendapat lain mengatakan arti psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku dan kejiwaan manusia. Pada praktiknya, ilmu psikologi melakukan pengamatan dan analisis terhadap suatu organisme berdasarkan pengalaman yang diperoleh melalui panca indera.

Secara etimologis istilah “psikologi” berasal dari bahasa latin, yaitu “psyche” yang artinya jiwa dan “logos” yang artinya pengetahuan. Sehingga pengertian psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari kejiwaan, baik manusia maupun organisme lainnya.

  1. Pengertian Pendidikan Islam

Kata “pendidikan” yang umum kita gunakan sekarang, dalam bahasa arabnya adalah “tarbiyah”, dengan kata kerja “rabba”. Kata “pengajaran” dalam bahasa arabnya adalah “ta’lim” dengan kata kerjanya “alama”. Pendidikan dan pengajaran dalam bahasa arabnya “tarbiyah wa ta’lim” sedangkan “pendidikan islam” dalam bahasa arabnya adalah “tarbiyah islamiyah”. Kata kerja rabba (mendidik) sudah di gunakan pada zaman nabi muhammad SAW. [1]

Pendidikan secara teoritis mengandung pengertian “memberi makan” (opvoeding) kepada jiwa anak didik sehingga mendapatkan kepuasan rohaniah, juga sering diartikan dengan “ menumbuhkan” kemampuan dasar manusia.[2]

Jadi, Pendidikan Islam berarti sistem pendidikan yang memberikan kemampuan seseorang untuk memimpin kehidupannya sesuai dengan citacita dan nilai-nilai Islam yang telah menjiwai dan mewarnai corak kepribadiannya, dengan kata lain pendidikan Islam merupakan suatu sistem kependidikan yang mencakup seluruh aspek kehidupan yang dibutuhkan oleh hamba Allah sebagaimana Islam telah menjadi pedoman bagi seluruh aspek kehidupan manusia baik duniawi maupun ukhrawi.

  1. Objek Pendidikan Islam

Pendidikan Islam Mengidentifikasi  sasaran pada tiga pengembangan fungsi manusia yang mana hal itu sejalan dengan misi agama Islam yang bertujuan memberikan rahmat bagi sekalian makhluk di alam ini:[3]

Menyadarkan manusia sebagai makhluk individu, yaitu makhluk yang hidup ditengah-tengah makhluk lain, manusia harus bisa memerankan fungsi dan tanggung jawabnya, manusia akan mampu berperan sebagai makhluk Allah  yang paling utama diantara makhluk lainnya dan memfungsikan sbegai khalifah dimuka bumi ini.

  1. Menyadarkan manusia sebagai makhluk sosial. Sebagi makhluk sosial manusia harus mengadakan interaksi dengan sesamanya dalam kehidupan bermasyarakat. Itulah sebabnya Islam mengajarkan tentang persamaan, persaudaraan, gotong royong dan bermusyawarahsebagai upaya membentuk masyarakat menjadi persekutuan hidup yang utuh.
  2. Menyadarkan manusia sbegai hamba Allah SWT. Manusia sebagai makhluk berketuhanan, sikap dan watak religiusitasnya perlu dikembangkan sedemikian rupa sehingga mampu menjiwai  dan mewarnai kehidupannya. Dalam fitrah manusia telah diberi  kememampuan beragama.

Dengan kesadaran demikian, manusia sebagai khalifah di muka bumi dan yang terbaik di antara makhluk lainnya  akan mendorong untuk melakukan pengelolaan serta mendayagunakan ciptaan Allah untuk kesejahteraan hidup bersama dengan yang lainnya.

  1. Ruang Lingkup Pendidikan Islam

Ilmu pendidikan Islam adalah model pendidikan yang merujuk pada nilai-nilai ajaran-ajaran Islam, yang menjadikan Al-qur’an dan As-sunnah sebagai sumber utamanya. Ruang lingkup pendidikan Islam ini, yaitu:[4]

  1. Para pendidik
  2. Para murid atau peserta didik
  3. Materi pendidikan
  4. Perbuatan mendidik
  5. Metode pendidikan
  6. Evaluasi pendidikan
  7. Tujuan pendidikan
  8. Alat-alat pendidikan
  9. Lingkungan pendidikan
  10. Pendidik dan perbuatan mendidik

Para pendidik adalah guru, ustadz, ulama, ayah, Ibu serta siapa saja yang memfungsikan dirinya  untuk mendidik. Sedangkan perbuatan mendidik artinya adalah : perbuatan memberikan teladan, perbuatan memberi pmahaman dan perbuatan mengarahkan dan menuntun kearah yang dijadikan tujuan dalam pendidikan Islam. Perbuatan mendidik adalah seluruh kegiatan, tindakan atau perbuatan serta sikap yang dilakukan pendidik sewaktu menghadapi atau mengasuh anak didik.[5]

  1. Anak didik dan materi pendidikan Islam(maddatut tarbiyah)

Anak didik adalah objek para pendidik  dalam melaksanakan tindakan  yang bersifat mendidik. Sedangkan materi  pendidikan islam yaitu bahan-bahan atau pengalaman-pengalaman belajar ilmu agama islam yang disusun sedemikian rupa  untuk disajikan atau disampaikan kepada anak didik.

  1. Metode pendidkkan Islam(Tariqatut tarbiyah)

Yaitu strategi yang relevan yang dilakukan pendidik untuk menyampaikan materi pendidikan Islam kepada anak didik. Metode berfungsi  mengolah menyusun, dan menyajikan materi dalam pendidikan islam agar materi pendidikan islam tersebut dapat dengan mudah diterima dan dimiliki oleh anak didik.[6]

  1. Evaluasi Pendidikan

Yaitu suatu sistem penilaian yang  diterapkan pada anak didik, untuk mengetahui keberhasilan pendidikan yang dilaksanakan.

Sasaran evaluasi pendidikan Islam secara garis besar meliputi: [7]

  1. Sikap dan pengalaman pribadinya, hubungan dengan Tuhan
  2. Sikap dan pengalaman dirinya, hubungannya dengan masyarakat
  3. Sikap dan pengalaman kehidupannya, hubungannya dengan alam sekitar
  4. Sikap dan pengalaman terhadap dirinya sendiri selaku hamba Allah dan selaku anggota masyarakat, serta selaku khalifah di muka bumi
  5. Alat-alat pendidikan

Alat-alat pendidikan yaitu semua alat yang digunakan selama melaksanakan pendidikan Islam agar tujuan pendidikan Islam tercapai.

  1. Lingkungan Pendidikan

Yang dimaksud dengan lingkungan pendidikan Islam di sini ialah keadaan-keadaan yang ikut berpengaruh dalam pelaksanaan serta hasil pendidikan Islam. Lingkungan pendidikan sangat besar pengaruhnya dalam membentuk kepribadian anak didik, olehnya itu hendaklah diupayakan agar lingkungan belajar senantiasa tercipta sehingga mendorong anak didik untuk lebih giat belajar.[8]

  1. Urgensi Pendidikan Islam

Dalam proses untuk mencapai dan meningkatkan kesejahteraan hidup, maka setiap orang/individu diperintahkan untuk belajar secara terus menerus sepanjang hidupnya, dan hal itu merupakan konsekuensi logis ditetapkannya manusia sebagai khalifah dimuka bumi ini.

Pendidikan merupakan bagian dari tugas kekhalifaan manusia. Oleh karena itu, kegiatan pendidikan harus dilaksanakan secara konsisten dan penuh tanggung jawab. Dalam hal ini Islam memberikan pandangan bahwa konsep-konsep yang mendasar tentang pendidikan dan tanggung jawab umat muslim untuk menjabarkan dan mengaplikasikannya ke dalam praktek pendidikan.

Pendidikan Islam merupakan keharusan mutlak untuk dilaksanakan secara konsisten dengan penuh rasa tanggung jawab, guna mencapai kesejahteraan hidup sebagai wujud peribadatan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. ayat yang pertama kali diturunkan oleh Allah SWT adalah berkaitan tentang urgensi pendidikan, yakni iqra’, perintah membaca.Hasil usaha belajar membaca ayat-ayat qur’aniyah, dapat menghasilkan ilmu agama seperti fikih, tauhid, akhlak dsb. Sedangkan hasil dengan usaha membaca ayat-ayat kawniyah, dapat menghasilkan sains seperti fisika, biologi, kimia, astronomi dan semacamnya. Intinya ilmu yang bersumber dari ayat-ayat qur’aniyah dan kawniyah, harus diperoleh melalui proses belajar membaca.

Allah SWT memberi pendengaran, penglihatan dan hati kepada manusia, agar dipergunakan untuk merenung, memikirkan, dan memperhatikan apa-apa yang ada disekitarnya. Kesemuanya ini, merupakan motivasi bagi segenap umat manusia untuk mencari ilmu pengetahuan melalui jalur pendidikan, dan sekaligus merupakan kewajiban bagi setiap muslim, sejak kecilnya sampai berusia lanjut.

Pendidikan islam di samping sebagai kewajiban, mutlak dibutuhkan oleh setiap anak muslim untuk kepentingan eksistensinya. Terutama di saat memasuki era globalisasi yang penuh tantangan. pendidikan Islam yang menekankan aspek kecerdasan spiritual memiliki format pemeliharaan, pemanfaatan, dan pengembangan fitrah kemanusian dalam mengantisipasi krisis spiritual di era globalisasi.[9]

  1. Fungsi Ilmu Pendidikan Islam

Dari kajian antropologi dan sosiologi dapat kita ketahui tiga fungsi pendidikan:[10]

  1. Untuk mengembangkan wawasan subjek didik mengenai dirinya dan alam sekitarnya dengan semakin luasnya wawasan akan menimbulkan berbagai kreatifitas.
  2. Untuk melestarikan nilai-nilai insane yang akan menjadi filter bagi wawasan hidupnya sehingga wawasannya menjadi tepat.
  3. Untuk membuka pintu ilmu pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidupnya.

Mengenai pentingnya mempelajari Ilmu Pengetahuan Islam ini Prof.H. M. Arifin Medmenyatakan sebagai berikut:[11]

  1. Pendidikan sebagai usaha membentuk pibadi manusia harus melalui proses panjangdengan resultat (hasil) yang tidak dapat diketahui dengan segera, berbeda dengan membentuk benda mati yang dapat dilakukan sesuai dengan keinginan “pembuatnya”.
  2. Pendidikan Islam pada khususnya yang bersumber pada nilai-nilai agama Islam menanamkan atau membentuk sikap hidup yang dijiwai nilai-nilai tersebut, juga mengembangkan kemampuan berilmu pengetahuan sejalan dengan nilai-nilai Islam yang menlandasinya adalah merupakan proses ikhtiariyah yang secara peadogogis. Mampu mengembangkan hidup anak didik kearah kedewasaan atau kematangan yang menguntungkan dirinya.
  3. Islam sebagai agama wahyu yang diturunkan oleh Allah dengan tujuan untuk mensejahterakan dan membahagiakan hidup dan kehidupan umat manusia di dunia dan di akhirat, baru dapat mempunyai arti fungsional dan aktul dalam diri manusia bila mana dikembangkan melalui proses kependidikan yang sistematis
  4. Ruang lingkup kependidikan Islam adalah mencangkup segala bidang kehidupan manusia dimana manusia mampu memanfaat kan sebagai tempat menanam benih-benih amaliyah yang buuahhnya akan dipetik di akhirat nanti, maka pembentukan sikap dan nilai-nilai amaliyah dalam pribadi manusia baru dapat efektifbilamana dilakukan melalui proses kependidikan yang berjalan diatas kaidah-kaidah ilmu pengetahuan kependidikan.
  5. Teori-teori, hipotesa dan asumsi-asumsi kependidikan yang bersumber ajaran Islam sampai kini masih belum tersusun secara ilmiah meskipun bahan-bahan bakunya telah tersedia. Baik dalam kitab suci al-Qur’an dan Hadist maupun qaul ulama.

BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari semua tingkah laku dan perbuatan individu, dimana individu tersebut tidak dapat dilepaskan dari lingkungannya.

Objek dan ruang lingkup psikologi meliputi objek material yaitu manusia dan objek formal yaitu tingkah laku manusia. Dan psikologi meliputi pesikologi umum dan psikologi khusus.

  1. Saran

Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah kelompok kami masih memiliki banyak  kekurangan. Oleh karena itu, kepada dosen, dan  seluruh pembaca agar dapat memberikan kritik dan sarannya untuk  menyempurnakan makalah kelompok  kami.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Zakiah Drajat, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2000), hlm. 25.

[2]M.Arifin, ilmu Pendidikan Islam Suatu Tinjauan Teoritis dan Praktis Berdasarkan Pendekatan Interdisipliner, (Jakarta: Bumi aksara, 1991), hlm. 32.

[3] H.M. Arifin, Ilmu Pendidikan Islam tinjauan Teoritis dan Praktis berdasarkan pendekatan indisipliner, (jakarta: PT. Bumi Aksara, 2008) hal.23-25

[4] Beni Ahmad Saebani, Hendra Akhdiyat, Ilmu Pendidikan Islam 1, (Bandung: CV Pustaka Setia, 2009) hal. 47

[5] Ibid, Beni Ahmad…… hal. 47

[6] Ibid, Beni Ahmad…… hal. 58

[7] H.M. Arifin, Ilmu Pendidikan Islam tinjauan Teoritis dan Praktis berdasarkan pendekatan indisipliner, (jakarta: PT. Bumi Aksara, 2008) hal. 162

[8]http://kiflipaputungan.wordpress.com/2010/04/28/pengertian-dan-ruang-lingkup-pendidikan-islam/  diakses pada 20 maret 2012 jam 20.05

[9] http://www.smp6sengkang.com/2011/11/urgensi-pendidikan-islam-dalam-upaya.html

[10]Achamadi, Ilmu Pendidikan Islam 1, (Salatiga: Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo, 1987), hlm. 15-16.

[11]M. Arifin, log.cit,. hlm. 12-14.

[1] Zakiah Drajat, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2000), hlm. 25.

[2] M.Arifin, ilmu Pendidikan Islam Suatu Tinjauan Teoritis dan Praktis Berdasarkan Pendekatan Interdisipliner, (Jakarta: Bumi aksara, 1991), hlm. 32.

[3] H.M. Arifin, Ilmu Pendidikan Islam tinjauan Teoritis dan Praktis berdasarkan pendekatan indisipliner, (jakarta: PT. Bumi Aksara, 2008) hal.23-25

[4] Beni Ahmad Saebani, Hendra Akhdiyat, Ilmu Pendidikan Islam 1, (Bandung: CV Pustaka Setia, 2009) hal. 47

[5] Ibid, Beni Ahmad…… hal. 47

[6] Ibid, Beni Ahmad…… hal. 58

[7] H.M. Arifin, Ilmu Pendidikan Islam tinjauan Teoritis dan Praktis berdasarkan pendekatan indisipliner, (jakarta: PT. Bumi Aksara, 2008) hal. 162

[8] http://kiflipaputungan.wordpress.com/2010/04/28/pengertian-dan-ruang-lingkuppendidikan-islam/  diakses pada 20 maret 2012 jam 20.0

[9] http://www.smp6sengkang.com/2011/11/urgensi-pendidikan-islam-dalamupaya.html

[10] Achamadi, Ilmu Pendidikan Islam 1, (Salatiga: Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo, 1987), hlm. 15-16.

[11] M. Arifin, log.cit,. hlm. 12-14.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here