PERKENALAN DIRI

0
126

Saya bernama Rehan Nurcahya. Saya seorang pelajar berumur 16 tahun. Saya pelajar yang rajin di sekolah. Saya berusaha datang tepat waktu ke sekolah dan saya berusaha mengerjakan tugas dari guru seluruhnya. Saya memiliki postur tubuh yang tinggi. Saya berangkat ke sekolah menggunakan kendaraan bermotor yang di kendarai oleh saya sendiri.

Saya bercita-cita menjadi abdi negara. Saya berusaha keras agar cita-cita saya terwujud. Saya mempelajari apa yang seharusnya di pelajari untuk menjadi adi negara. Saya ingin menjadi seorang polisi. Saya berusaha untuk belajar agar saya dapat mewujudkan cita-cita saya. Saya belajar olahraga, olahraga yang nantinya akan di tes untuk menjadi abdi negara tersebut, saya juga belajar tes tertulis. Seperti tes kecerdasan, kebangsaan, kepribadian, dan psikotes. Semoga cita-cita saya terwujud dan saya dapat membanggakan orangtua dan kakak saya. Juga tentunya saya dapat menjadi kebanggaan bangsa dan negara. Aamiin.

Sejarah yang saya sukai adalah Perang Gerilya. Perang gerilya adalah perang yang dilakukan oleh sekelompok orang dengan cara tidak lazim dan bertujuan untuk mencapai kepentingan politik, ideology, dan ekonomi. A.H Nasution dalam bukunya yang berjudul Pokok Pokok Gerilya telah banyak memberikan penjelasan yang detail mengenai perang gerilya. Adapun aspek aspek perang yang mendapat perhatian penting dalam perang gerilya dan merupakan komponen dalam membentuk perang total tersebut adalah sebagai berikut : Perang psikologis, yaitu situasi dan kondisi perang dimana salah satu pihak berusaha untuk melemahkan bahkan berusaha untuk meruntuhkan moril lawan sebelum perang sesungguhnya dimulai, sedang di lain pihak berusaha memperkuat dan memperteguh semangat rakyatnya sendiri. Selanjutnya adalah perang politik, yaitu perang yang berusaha untuk mengurangi jumlah sekutu dari pihak musuh dan dan memperbanyak musuh musuhnya, dan berbuat sebaliknya untuk diri sendiri. Selanjutnya adalah perang ekonomi yang berusaha menghancurkan alat alat dan sumber produksi musuh agar kekuatan mereka menjadi berkurang, dan sembari menghancurkankan produksi lawan maka harus berusaha memperbaiki ekonomi diri sendiri.

      Pada dewasa ini, perang tidak lagi di dominasi oleh ilmu perang yang khusus berkaitan dengan strategi, taktik, dan logistiknya saja, melainkan melibatkan pula apek politik militer, politik, psikologis, dan social ekonomi. Perang bukan lagi menjadi dominasi militer belaka akan tetapi juga politik dan ekonomi. Pimpinan perang bukan lagi yang ada di medan militer saja, akan tetapi medan medan seluruh aspek kehidupan. Syarat syaratnya tidak lagi tentang pemahaman di dunia kemiliteran, akan tetapi juga pengetahuan yang baik di bidang politik, militer, dan ekonomi.
      Kembali ke perang gerilya, menurut A.H Nasution dalam buku Pokok Pokok Gerilyanya adalah perang yang terjadi antara sikecil yang lemah melawan sibesar yang kuat. Jika suatu Negara diseerang oleh pihak luar, maka keharusan Negara yang diserang adalah membela diri dari serangan tersebut. Membela diri bukan berarti hanya menangkis saja, atau menghindar dari pukulan musuh, karena hal tersebut tidak akan mengurangi kekuatan musuh. Membela diri itu berarti harus bisa menghentikan ancaman dan pukulan musuh selanjutnya.
 
       Perang gerilya terjadi karena salah satu dari kekuatan yang berkonflik atau berperang dan biasanya yang bergerilya adalah pihak yang terserang berada dalam keadaan pincang. Jika kekuatan aggressor dengan yang diserang setara, maka kemungkinan terjadinya perang gerilya sangat kecil, karena lebih memilih perang dengan cara biasa. Dalam perang gerilya, pada umumnya pihak penyerang memiliki berada di posisi yang lebih baik dalam hal persiapan, sehingga mereka dapat menyerang dengan kekuatan yang lebih besar. Sedangkan yang terserang melakukan perang gerilya dengan menahan lawan selama mungkin dan mundur secara bertahap untuk menyusun kekuatan menyerang. Setelah kekuatan yang terkumpul dirasa cukup, maka pihak yang bergerilya bisa mengubah arah perlewanan mereka yang defensif menjadi ofensif demi memukul atau bahkan mementahkankan serangan yang dibangun oleh agressor.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here