Rindu

0
284

RINDU

Kubaringkan tubuh ini diatas ranjang yang terselonjor kearah utara.

Terhembus angin yang mulai mengerayangi tubuh ini hingga terasa mulai sejuk.

Pohon pohon mulai terbangun ria dari suasasana malam yang gelap gulita.

Menyadari petang pun sudah pergi, orang-orang pada memulai aktifitas kesehariannya.

            Aku melamun dengan hisapan tembakau dan seruput kopi hangat.

            Terdiam dan merenungi sebuah rasa yang mulai mengintip kearah kalbuku.

            Masih tergiang senyumnya didalam otakku, dan masih teringat akan suaranya yang merdu.

            Engkaulah pujaanku, pujaan hatiku, pujaan yang yang terus aku impikan setiap waktu.

Aku tak bisa melupakan apa yang pernah kita jalani bersama.

 Teringat akan semua janji dan sumpahmu untuk saling sehidup semati.

Kau pegang erat tanganku dengan rasa ketulusan dan keyakinan.

Bahwa kita bersama akan saling mencintai dan Dicintai.

            Ketika malam mulai hadir diatas langit yang indah.

            Disitu tempat sang bintang memercikkan cahayanya dari kejauhan.

            Rembulanpun terkadang mulai tersenyum kearah ku.

            Melihat diriku yang termenung diatas reremputan yang kududuki.

Wahai durjana cinta, kau bisikkan rindu kedalam telingaku.

Menumbuhkan rindu dalam hatiku, dan menjadikannya aku seorang yang tak tau arah rasa ini tumbuh dan berakhir.

Akupun mulai bingung dengan cara apa  aku mengutarakkannya kepada dia.

Raganya tak ada pada diriku, namun jiwanya hidup dalam ragaku.

            Terkadang aku mulai iri pada seekor merpati dikejauhan sana.

            Dia selalu banyak meluangkan waktunya untuk hidup bersama.

Menjalani kehidupannya dengan banyak terpaan dan godaan.

Namun dia pantang menyerah demi kebahagiaan mereka berdua.

Berbeda aku dan dirimu yang tak selalu bersama.

Namun hanya mampu merasa rindu bersama.

            Engkau dan diriKu bagaikan angin dan pepohonan.

Sesekali pohon itu bergerak , maka angin itu ada.

Jika menempatkanmu dihatiku masih membutuhkan jarak dan waktu.

Maka biarkan aku berkelana dijalan yang lain.

Biar kita sama sama tahu, bahwa rindu itu bukan hanya sekedar kata kata.

Perpisahan ini hanya lah sebuah perjalanan yang harus kita tempuh bersama.

            Jika kau teringat akan diriku, maka pejamkan matamu.

            Dan yakinlah bahwa pada saat itu aku juga merasakan hal yang sama.

            Karna diriku dan dirimu sudah ditakdirkan untuk menjadi seseorang yang harus selalu merindu.

Karna dunia ini diciptakan bukan tidak ada alasan, kitapun dipisahkan karna sebuah alasan, Rindu.

Amieen.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here