Mengingat Kembali Sejarah Pertempuran 5 Hari di Semarang

0
634

Beberapa waktu lalu, tepatnya hari Senin, 14 Oktober 2019. Beberapa ruas jalan menuju Tugu Muda semuanya pada ditutup. Memang ada apa sih? Ternyata kawan, pada hari itu sekitar pukul 19.00 Wib. Sedang digelar upacara Peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang yang ke-75, lho.

Upacara tersebut dihadiri oleh Bapak Walikota  Semarang, Pangdam lV Diponegoro, 9 peleton pasukan TNI/Polri, 16 peleton pasukan non-TNI/Polri meliputi PNS, Ormas, Mahasiswa, dan Pelajar dari kota Semarang. Juga hadir, para veteran perang yang turut menjadi saksi peristiwa Pertempuran Lima Hari di Semarang. Selain itu, masyarakat kota semarang yang datang sangat antusias mengikuti jalannya upacara tersebut.

Detik-detik peringatan pertempuran lima hari sendiri, diawali dengan bunyi sirine selama dua menit, kemudian di ikuti pemadaman lampu listrik di sekitar Tugu Muda. Bersamaan dengan itu, terdengar suara tembakan dan dentuman meriam yang menggambarkan pertempuran lima hari.

Dalam upacara ini, juga dihadirkan teatrikal adegan pertempuran lima hari. Dimana, menceritakan perjuangan Dr Kariadi yang ditangkap dan dibunuh oleh tentara Jepang saat hendak mengecekResevoir atau tandon air di daerah Wungkal, yang konon air tersebut telah diracuni oleh tentara jepang.

Dr. Karyadi datang ke kawasan air tersebut. Namun, diperjalanan ditangkap dan dibawa tentara Jepang ke markasnya di Jatingaleh dan disiksa sampai mati. Akibatnya, dua jam kemudian terjadilah pertempuran sengit yang menjalar hingga kawasan Lawang Sewu dan Tugu Muda. Banyak pemuda dan polisi istimewa yang disiksa dan dibunuh Jepang saat itu. Namun, perlawanan dahsyat pejuang kita juga nggak bisa dipandang remeh, lho.Tanggal 17 Oktober 1945, Jepang dengan licik membersihkan kampung-kampung sekitar Tugu Muda. Membantai para lelaki dan membumi hanguskan kampung batik hingga rata dengan tanah. Dengan perjanjian damai antara pemerintah RI dan Jepang keesokan harinya, barulah pertempuran 5 hari itu berhenti.Atas perjuangan beliau, nama Dr.Karyadi kemudian diabadikan menjadi nama Rumah Sakit Umum terbesar di Semarang dan Jawa Tengah saat ini.

Nah, itulah serangkaian upacara Peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang. Semoga Kawan Remaja, bisa mengambil hikmah dari peringatan tersebut. Karena, sebagai generasi muda, kita wajib tahu sejarah bangsa kita yang terjadi di masa lalu bukan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here