Pariwisata Indonesia: Tumpah Ruah, Terbengkalai

0
331

Pendahuluan

Tidak asing lagi bagi kita, seberapa besar potensi wisata di Indonesia. Baik itu wisata sejarah, religi, alam, pedesaan, hingga wisata yang bernuansa modern. Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang memberikan sumbangsih bagi perekonomian bangsa Indonesia. Namun, sikap kritis dan analitis sangat diperlukan demi mencapai tujuan dari pengembangan pariwisata di Indonesia untuk perekonomian bangsa. Perlu diketahui, bahwa proses manajemen pariwisata diperlukan untuk mengevaluasi permasalahan-permasalahan yang timbul dalam pengembangan pariwisata yang berjalan.

Selain beberapa wilayah yang cukup berhasil dalam pengembangan pariwisatanya, nyatanya, pengembangan wisata di beberapa wilayah lainnya masih mengalami banyak hambatan. Hambatan tersebut berdampak pada urgensi daripada tujuan dari pengembangan pariwisata itu sendiri, yaitu berhubungan pada kesejahteraan masyarakat dan pembangunan yang berorientasi pada pengembangan wilayah.

Pengembangan pariwisata digarap dengan serius oleh pemerintah dalam meningkatkan perekonomian masyarakat yang orientasi utamanya berupa pendapatan masyarakat, lapangan pekerjaan, dan peluang usaha. Kesuksesan daripada pengembangan pariwisata tersebut tidak lepas dari unsur-unsur manajemen, seperti manajemen sumber daya. Strategi merupakan seni dalam memadukan atau mengintegrasikan antara faktor kunci keberhasilan agar sinergi dalam mencapai tujuan. 

Isi

Pariwisata merupakan sektor yang bergantung pada keberadaan manusia. Terwujudnya pariwisata merupakan bentuk sinergi yang apik antara sumber daya-sumber daya yang ada, salah satunya yang berperan tak kalah penting dan sering diabaikan adalah sumber daya manusia. Pihak-pihak yang berperan dalam kepariwisataan adalah manusia, yaitu para wisatawan, pelaku usaha, dan stakeholder pariwisata. Sumber daya manusia perlu digerakkan secara efektif dan efisien sehingga menghasilkan daya guna yang tinggi dalam posisi strategis. Manajemen sumber daya manusia adalah seni dalam mengintegrasikan fungsi-fungsi organisasi agar berjalan seimbang dalam mencapai tujuannya.

Sumber daya manusia potensial dapat mendukung pengembangan pariwisata secara optimal. Pada abad ini, ada beberapa kualifikasi dalam mengetahui figur-figur yang unggul, seperti:

  1. Memiliki wawasan pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan sikap (attitude) yang relevan untuk menunjang capaian organisasi

  2. Memiliki disiplin, dedikasi, dan loyalitas tinggi terhadap perannya

  3. Memiliki rasa bertanggung jawab dan pemahaman akan tujuan organisasinya

  4. Memiliki kemauan yang kuat untuk produktif dan bersifat profesional

  5. Mau untuk berkembang dan bertumbuh bersama

Salah satu hambatan dalam mengembangkan pariwisata adalah kurang mendukungnya fasilitas pendidikan pariwisata. Banyak kita ketahui, desa-desa wisata yang potensial pun harus menelan mimpi mensejahterakan masyarakatnya karena kekurang cakapan sumber daya yang ada. Salah satunya adalah kemampuan dasar dalam berkomunikasi dengan wisatawan mancanegara yang memiliki ketertarikan untuk mengunjungi wisata-wisata tersembunyi (hidden gem). Bahkan keterampilan komunikasi pariwisata pun dirasa belum dapat dijangkau secara luas. Padahal banyak elemen-elemen masyarakat yang seharusnya mendapatkan pembekalan tersebut dalam upaya mensejahterakan masyarakat wisata.

Pemerintah merupakan stakeholder tertinggi dalam upaya pembekalan keterampilan ilmu kepariwisataan kepada masyarakat lokal. Mekanisme pengelolaan sumber daya ekonomi dan sosial yang melibatkan pemerintah maupun non pemerintah serta masyarakat menjadi satu bagian yang sama tanpa saling mendominasi akan melahirkan kesuksesan dalam pengembangan pariwisata di Indonesia. Masyarakat berdaya, perekonomian naik, dan pariwisata serta budaya Indonesia dapat dikenal secara lebih luas.

Penutup

Solusi dalam menangani masalah sumber daya manusia dapat dibenahi dengan memperbaiki sistem manajerial sumber daya manusianya. Peranan pemerintah atau non pemerintah tertuang dalam sebuah wadah yang mampu menampung potensi-potensi masyarakat pariwisata, seperti rumah bahasa, komunitas bahasa, dan sejenisnya. Oleh karenanya pengelolaan, pengembangan, dan pembiayaan kawasan wisata membutuhkan daya dukung dari banyak pihak. Masyarakat kawasan wisata pun harus terlebih dahulu melek akan potensi daerahnya yang dapat mengentaskan masalah perekonomian secara internal. Dengan kolaborasi dan elaborasi antar elemen-elemen yang ada, Indonesia akan mulai dapat percaya diri dengan kekayaan budayanya tanpa terbengkalai salah satunya.

 

Literatur:

Setiawan, R. I. (2017). PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DI BIDANG PARIWISATA: PERSPEKTIF POTENSI WISATA DAERAH BERKEMBANG. Jurnal Penelitian Manajemen Terapan (PENATARAN), 1(1), 23-35. Retrieved from https://journal.stieken.ac.id/index.php/penataran/article/view/301

Susanti, E., Muhafidin, D., & Karlina, N. (2021). Pengembangan Agrowisata Berbasis Community Based Tourism Melalui Pengenalan Bahasa Asing. Sawala: Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat, 2(1), 44-55.

Panjaitan, E., & Siagian, N. F. (2019). STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA MELALUI PERUBAHAN POLA PIKIR MASYARAKAT DESA SIGAPITON KABUPATEN TOBA SAMOSIR. Jurnal Ekonomi dan Bisnis (EK&BI), 2(2), 211-220. https://doi.org/10.37600/ekbi.v2i2.105

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here