Pembaharuan yang bisa dilakukan dalam mengatasi permasalahan pendidikan sekarang ini

0
19

A. Masalah-Masalah pendidikan yang terjadi di Indonesia
1. Masalah Pemerataan Pendidikan
Dari pelaksanaan manfaatnya jadi fasilitas buat memajukan bangsa & kebudayaan negeri, sebuah pendidikan diperlukan supaya dapat sediakan peluang yang seluas-luasnya untuk seluruh rakyat negara Indonesia buat mendapatkan pendidikan dan ilmu pengetahuan yang layak. Permasalahan pemerataan pendidikan ialah permasalahan gimana sistem pendidikan dapat sediakan peluang yang seluas-luasnya pada seluruh rakyat indonesia agar mendapatkan pendidikan, selaku dampaknya pembelajaran itu sebagai sarana dan prasarana untuk pembangunan SDM (Sumber Daya Manusia) untuk jadi pendukung pembangunan negeri. Permasalahan pemerataan pendidikan mencuat bila masih banyak rakyat negara ini yang khususnya pada anak usia masih sekolah dan tidak bisa ditampung di dalam sistem pendidikan ataupun lembaga pendidikan lantaran sedikitnya sarana yang ada.

2. Masalah Mutu Pendidikan
Pada umumnya dengan mengasosiasikan menggunakan hasil ujian yaitunya UN ( Ujian Nasional ) didalam kenyataannya menciptakan para anak didik ketakutan & frustasi.
Sementara itu hasil belajar yang bermutu barangkali hanya dapat dicapai lewat proses belajar yang bermutu. apabila proses belajar tidak maksimal sangat susah untuk terbentuknya hasil belajar yang bermutu. apabila tidak terjalin belajar secara maksimal untuk membentuk skor hasil tes yang baik hingga nyaris dapat ditentukan kalau hasil belajar tadi ialah semu. Berarti pokok kasus kualitas pembelajaran lebih terletak dalam permasalahan pemprosesan pembelajaran. Berikutnya kelancaran pemprosesan pembelajaran ditunjang oleh komponen pembelajaran yang bersumber pada siswa, tenaga kependidikan, kurikulum, fasilitas pendidikan, dan pula masyarakat dekat.
Masalah mutu pendidikan juga meliputi kasus pemerataan mutu, didalam Tap Majelis Permusyawaratan Rakyat RI mengenai GBHN dinyatakan bahwa titik berat pembanguan pendidikan diletakkan dalam peningkatan mutu setiap jenjang sekaligus jenis Pendidikan.

3. Masalah Kurikulum
Apabila dibanding memakai kurikulum pada negeri maju, kurikulum yang dijalankan pada Indonesia sangat kompleks. Perihal ini bakal berdampak untuk pengajar & anak didik. Siswa bakal terbebani memakai segudang modul yang harus dikuasainya. Siswa harus berupaya keras buat menguasai & mengejar modul yang sudah ditargetkan. Perihal ini akan menimbulkan anak didik tidak bakal tahu seluruh modul yang diajarkan. Akibatnya, pengetahuan anak didik bakal sangat terbatas & anak didik kurang menghasilkan potensinya, serta daya saing anak didik juga bakal menurun.
Kurikulum di Indonesia kerap sekali hadapi pergantian. Tetapi, pergantian tadi cuma sebatas pergantian nama semata. Tanpa mengubah konsep kurikulum, tentulah tidak aka ada dampak positif pada pergantian kurikulum Indonesia. Apalagi, pengubahan nama kurikulum dapat dijadikan lahan usaha oleh oknumyang mementingkan dirinya sendiri.

4. Masalah Efisiensi Pendidikan
Pada dasarnya masalah efisiensi ialah permasalahan pengelolaan pendidikan, terutama pada penggunaan dana serta SDM (Sumber Daya Manusia).
Efesiensi ialah memakai tenaga & biaya yang minimum dapat diperoleh hasil yang maksimal. Maka, sistem pembelajaran yang efesien maksudnya memakai tenaga & dana yang minimum dapat menghasilkan beberapa besar lulusan yang bermutu besar. Karenanya, persesuaian pengelolaan pembelajaran harus nampak diantara segala faktor & unit, bahakan baik antara sekolah negeri ataupun swasta, pembelajaran sekolah ataupun diluar persekolah, antara suatu Lembaga & unit jajaran depertemen pembelajaran & kebudayaan.
Permasalahan efisiensi pembelajaran mempersoalkan cara sesuatu sistem pendidikan mendayagunakan sumber energi yang ada buat menggapai tujuan pembelajaran. apabila penggunaannya hemat & pas target dikatakan efisiensinya besar.
Sebagian permasalahan efisiensi pembelajaran yang berarti ialah:
a) Bagaimana tenaga pendidik dan kependidikan dapat difungsikan denga baik
b) Bagaimana prasarana & fasilitas pembelajaran digunakan
c) Bagaimana pembelajaran diselenggarakan
d) Permasalahan efisiensi pada memfungsikan tenaga

5. Masalah Mahalnya Biaya Pendidikan
Pembelajaran bermutu itu mengeluarkan biaya yang banyak. Kata ini kerap mencuat buat menjustifikasi mahalnya bayaran yang wajib dikeluarkan oleh masyarakat buat mengenyam bangku pembelajaran. Mahalnya bayaran pendidikan mulai memasuki taman kanak-kanak (TK) sampai bangku kuliah menyebabkan masyarakat yang kurang mampu tidak bisa memiliki opsi kecuali berhenti dan tidak bersekolah. Ini ialah permasalahan utama di dalam sistem pendidikan di Indonesia. Pendidikan yang bermutu itu mengeluarkan biaya yang banyak, bisa jadi semacam seperti itu yang terjalin sekarang ini, bayaran pendidikan dari taaman kanak-kanak sampai dengan bangku perkuliahan dialami masih mahal. Banyak pelajar yang putus sekolah lantaran mahalnya bayaran masuk sekolah yang harus mereka tanggungi buat dapat mengenyam pendidikan itu. Walaupun ketentuan pendidikan dari pemerintah terbilang banyak, namun masih belum sanggup menyelesaikan permasalahan ini, apalagi progam BOS dari pemerintah masih belum sanggup berjalan baik.

B. Solusi-Solusi Pemecahan Malasah Pendidikan di Indonesia
1. Solusi Permasalahan Pemerataan Pendidikan
Dalam pemecahan kasus mengenai pemerataan Pendidikan memiliki beberapa cara yang akan ditempuh lewat 2 cara yaitunya konvesional & cara inovatif :
– Cara konvesional antaranya :
a) Mendirikan gedung sekolah misalnya Sekolah Dasar inpres atau tempat belajar.
b) Memamfaatkan gedung sekolah sebagai double shift (sistem pembelajaran bergantian pada pagi & sore hari).
– Cara Inovatif antaranya :
a) Mendirikan sekolah Dasar kecil pada wilayah terpencil
b) Membuat sistem pengajar kunjung
c) Sekolah Menengah pertama terbuka
d) Ikut serta dalam paket A & B jika tertinggal
e) Belajar jarak jauh, misalnya pada universitas terbuka dan system e-learning

2. Solusi Permasalahan Mutu Pendidikan
Sekalipun setiap jenis & jenjang pendidikan masing-masing mempunyai kekhususan, tetapi pada dasarnya solusi pemecahan permasalahan tentang mutu pendidikan bersasaran dalam perbaikkan kualitas dari komponen pendidikan dan mobilitas komponen-komponen tersebut. Upaya tersebut dalam gilirannya diharapkan bisa menaikkan kualitas proses pendidikan & pengalaman belajar dari peserta didik, & membentuk hasil Pendidikan yang baik.
Upaya pemecahan permasalahan mutu pendidikan pada garis besarnya mencakup hal yang bersifat seperti fisik & lunak, personalia, dan manajemen. Sebagai berikut:
a) Menyediakan sarana & prasarana yang lengkap untuk mempermudah peserta didik dan tenaga kependidikan dalam proses kegiatan belajar mengajar.
b) Pengembangan kemampuan tenaga kependidikan melalui studi lanjut dan pelatihan.
c) Melakukan revisi dan sekaligus menyempurkan kurikulum.
d) Membuat prasarana yang dapat menciptakan lingkungan yang tentram untuk lebih nyaman dan bisa lebih fokus dalam belajar.
e) Menyediakan bahan belajar yang lengkap seperti buku cetak, media belajar dll.
f) Meningkatkan adminisrasi manajemen dalam hal anggaran pendidikan.
g) Kegiatan pengendalian mutu dari semua pihak yang bersangkutan, mulai dari pemerintah, sekolah, dan juga orang tua.

3. Solusi masalah Kurikulum
Nyatanya karena sebuah perbedaan kemampuan & pengetahuan pengajar, belum seluruh pengajar bisa mengembangkan kegiatan pembelajaran yang bisa memfasilitasi anak didik untuk mengamati fakta yang terjadi yang berhubungan dengan materi pelajarannya. Dari hal inilah salah satunya penyebab adanya kendala pada pelaksanaan kurikulum. Oleh karenanya, sangat perlu untuk masing-masing sekolah mengadakan kegiatan seperti lesson study dan juga workshop yang membahas bagaimana cara mengajarkan kegiatan proses pembelajaran yang dimaksudkan pada kurikulum.
Menurut Sudrajat (2008) lesson study adalah satu upaya menaikkan proses & hasil dari pembelajaran yang dilakukan secara kolaboratif & berkelanjutan oleh sekelompok pengajar. menggunakan berkolaborasi pengajar mampu mengembangkan bagaimana anak didik belajar & bagaimana membelajarkan anak didik. Selain itu melalui lesson study pengajar bisa memperoleh pengetahuan dari pengajar lainnya atau narasumber. Hal tersebut didapat dari adanya umpan kembali berdasarkan anggota lesson study.
Pertemuan antara sekolah ada yang telah menerapkan kurikulum baru. Pertemuan ini mengumpulkan seluruh perwakilan sekolah yang ditunjuk untuk melaksanakan kurikulum baru buat mengevaluasi cerminan awal penerapan dari pola pembelajaran yang baru pada sebulan terakhir.

4. Solusi Masalah Efisiensi Pendidikan
Usaha yang dilakukan agar dapat menanggulangi permasalahan efisiensi pada pendidikan antara lain :
1. Meningkatkan kualitas Pendidikan efektif yang terencana.
2. Pengadaan & penyaluran sarana pembelajaran harus didampingi dengan pembekalan sikap, kemampuan, dan keterampilan dari calon pemakai, dan wajib dilandasi menggunakan konsep yang begitu jelas.
3. Melakukan penyusunan yang baik terhadap potensi anak didik lewat keragaman jenis program studi.

5. Solusi Mahalnya Biaya Pendidikan
Pertama diperlukan kejujuran & rencana yang strategis berdasarkan jajaran birokrasi pendidikan, untuk mengimplementasikan aturan pendidikan dalam program pembiayaan pendidikan murah bagi masyarakat
Kedua, pada sekolah (dunia pendidikan) harus dibersihkan berdasarkan aneka macam biaya pungutan, misalnya biaya LKS, biaya seragam, biaya uang gedung, biaya ektrakulikuler, dll.
Selanjutnya buat mengatasi asumsi warga yang menduga bahwa mahalnya biaya pendidikan lantaran adanya praktik korupsi yang dilakukan pejabat & birokrasi sekolah solusi yang kiranya perlu dilakukan oleh sekolah merupakan di setiap akhir tahun sekolah perlu membicarakan laporan mengenai keuangan pada wali murip siswa baik uang masuk maupun pengeluaran uang sekolah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here